Pengertian ICT (Informasi Communication Technological) Dan Peran ICT Dalam Sudut Pandang Islam
Teknologi adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat. Sehingga memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia. Jadi manusia bisa memperluas wawasan dengan cara berteknologi.
B). Pengertian Informasi
Informasi adalah data yang berasal dari fakta yg tercatat dan selanjunya dilakukan proses menjadi bentuk yg berguna atau bermanfaat bagi pemakainya.
C). Pengertian Komunikasi
komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan baik itu gagasan, pikiran, atau ide dari komunikator kepada komunikan.
2. Pandangan ICT dalam Sudut Pandang Agama Islam
Dalam pandangan Islam menurut hukum asalnya segala sesuatu itu adalah mubah termasuk segala apa yg disajikan oleh berbagai peradaban baik yang lama ataupun yg baru. Semua itu sebagaimana diajarkan oleh Islam tidak ada yang hukumnya haram, kecuali jika terdapat nash atau dalil yang tegas dan pasti mengherankannya. Bukanlah Alquran sendiri telah menegaskan bahwa agama Islam bukanlah agama yang sempit? Allah SWT telah berfirman yang artinya “Di sekali-kali tidak menjadikan kamu dalam agama suatu kesempitan.”
Namun seiring dengan adanya upaya meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia (umat islam) pun harus lebih jeli menentukan pilihan ini.
Kita sebagai umat Islam harus selalu optimis dan tetap bersyukur kepada Allah SWT. Karena sungguhpun perubahan sosial dan tata nilai kehidupan yang dibawa oleh arus modernisasi, westernisasi, dan sekularisasi terus-menerus menimpa dan menyerang masyarakat Islam, tetapi kesadaran umat Islam utk membendung dampak-dampak negatif dari budaya Barat itu ternyata masih cukup tinggi, meskipun hanya segolongan kecil umat, yaitu mereka yang tetap teguh untuk menegakkan nilai-nilai Islam.
Negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, saat ini pada umumnya adalah negara-negara berkembang atau negara terkebelakang, yang lemah secara ekonomi dan juga lemah atau tidak menguasai perkembangan ilmu pengetahuan dan sains-teknologi. Karena nyatanya saudara-saudara Muslim kita itu banyak yang masih bodoh dan lemah, maka mereka kehilangan harga diri dan kepercayaan dirinya. Beberapa di antara mereka kemudian menjadi hamba budaya dan pengikut buta kepentingan negara-negara Barat. Mereka menyerap begitu saja nilai-nilai, ideologi dan budaya materialis (’matre’) dan sekular (anti Tuhan) yang dicekokkan melalui kemajuan teknologi informasi dan media komunikasi Barat. Akibatnya krisis-krisis sosial-moral dan kejiwaan pun menular kepada sebagian besar bangsa-bangsa Muslim.
Islam, sebagai agama penyempurna dan paripurna bagi kemanusiaan, sangat mendorong dan mementingkan umatnya untuk mempelajari, mengamati, memahami dan merenungkan segala kejadian di alam semesta. Dengan kata lain Islam sangat mementingkan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dampak dari kemajuan teknologi komunikasi dan teknologi informasi, dapat dirasakan pula terhadap segi pendidikan Islam. Yang notabene merupakan dasar sistem untuk kelanjutan generasi penerus umat Islam didunia. Adanya tuntutan modernisasi pendidikan yang menjadi ciri zaman sekarang memiliki dimensi dan kekuatan yang amat kuat dan dahsyat. Terjadinya evolusi semacam ini memang dilatarbelakangi berbagai alasan, dari perkembangan ekonomi, kemajuan teknologi, kebudayaan, sistem politik, dan teknologi komunikasi.
3. Aqidah Islam Sebagai Dasar IPTEK
Ini adalah cara pertama islam memfilter perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dikehidupan manusia, yaitu aqidah Islam harus dijadikan basis segala konsep dan aplikasi iptek. Inilah paradigma Islam sebagaimana yang telah dibawa oleh Rasulullah Saw.
Paradigma Islam inilah yang seharusnya diadopsi oleh kaum muslimin saat ini.Bukan paradigma sekuler seperti yang ada sekarang. Diakui atau tidak, kini umat Islam telah telah terjerumus dalam sikap mengekor Barat dalam segala-galanya; dalam pandangan hidup, gaya hidup, termasuk dalam konsep ilmu pengetahuan. paradigma sekuler inilah yang bisa menjelaskan, mengapa di dalam sistem pendidikan yang diikuti orang Islam, diajarkan sistem ekonomi kapitalis yang pragmatis serta tidak kenal halal haram.
Namun di sini perlu dipahami dengan seksama, bahwa ketika Aqidah Islam dijadikan landasan iptek, bukan berarti konsep-konsep iptek harus bersumber dari al-Qur`an dan al-Hadits, tapi maksudnya adalah konsep iptek harus distandardisasi benar salahnya dengan tolok ukur al-Qur`an dan al-Hadits dan tidak boleh bertentangan dengan keduanya.
http://www.ahmadtabrani.web.id/
Novi Wulandari
181130020
HES/II/A
Terimakasih semoga bermanfaat.

Asiyaaaapp
ReplyDeleteGood...
ReplyDeleteApa tujuan deskripsi itu, lalu bagaimana cara menanggulangi dampak tersebut.?
ReplyDeleteKomen lagi bu
ReplyDeleteSemangat kakak
ReplyDeleteKeren ka blog nya saya suka
ReplyDeletehmm bisa ajah
DeleteAwal mula adanya disiplin ilmu ICT itu seperti apa sih ka?
ReplyDeleteMantep juga
ReplyDeletenarasi pandangan terhadap islamnya kurang
ReplyDeletecuakepp bermanfaat👍
ReplyDeleteBeresin dulu Bu baru komen🙄
DeleteSemnagatttt bro
ReplyDeleteGood
ReplyDeleteSangat bermanfaat kaka
ReplyDeleteSangat bagus, semoga bermanfaat
ReplyDeleteGood say
ReplyDeleteMantap
ReplyDeleteKereeeennnnn kaka
ReplyDeleteNice ka
ReplyDeleteSangat bermanfaat sob
ReplyDeleteTerimakasih, sangat bermanfaat
ReplyDeleteManfaat snwgat
ReplyDeleteSemoga bermanfaat bagi yang baca.
ReplyDeleteSemoga BerManfaat
ReplyDeleteGood
ReplyDelete